Uncategorized

Egy Maulana Vikri Berikan Pesan Untuk Suporter Indonesia

Egy Maulana Vikri

 

Prediksi bola  –Jumlah penonton yang hadir saat laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-19 2018 menurun drastis. Padahal, laga yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (14/7/2017), tersebut mempertemukan tuan rumah Timnas Indonesia U-19 kontra Thailand.

Pemain Timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri, mengaku merasa cukup kecewa dengan sepinya stadion di laga itu. Jumlah penonton yang hanya sekitar tiga ribu tidak sebanding dengan laga fase grup yang mencapai belasan ribu bahkan 25 ribu.

Tak ada lagi magis kuat stadion dengan dukungan penuh dari suporter. Nyanyian dukungan jadi lebih sepi, tak ada tekanan untuk tim tamu, demikian halnya viking clap, yang biasanya secara serampangan dilakukan tak muncul, termasuk mexican wave yang membuat merinding.

“Untuk suporter, jangan hanya datang saat kami menang, tetaplah beri kami dukungan juga, meski kalah. Kami tidak pernah mengalah, tetapi yang lalu sudah takdir dan semua sudah kehendak Tuhan, kami sudah berusaha sekuatnya,” kata pemain klub Polandia, Lechia Gdansk, itu.

Egy absen dalam lima pertandingan fase grup turnamen ini. Dia baru datang pada Selasa (10/7/2018) dan langsung diturunkan di semifinal saat berjumpa Malaysia pada Kamis (12/7/2018).

Kehadirannya diyakini bakal menambah kekuatan Garuda Nusantara untuk bisa menebus ambisi juara. Hanya, Indonesia justru kalah saat Egy diturunkan di laga tersebut berita bola.

“Selama ini kami bermain dengan hati. Setelah ini, saya berharap suporter bisa dukung kami di segala kondisi. Percayalah kami akan lebih baik dari ini,” imbuh pemain kelahiran Medan itu.

Di Piala AFF U-19 2018, Indonesia harus puas dengan menempati peringkat ketiga setelah mengalahkan Thailand dengan skor 2-1.

Meski gagal jadi juara dan hanya mendapat dukungan minim pada laga pamungkas, seluruh pemain, tim pelatih, dan ofisial Timnas Indonesia U-19 tetap menghargai dukungan penonton yang ada di stadion. Mereka tetap melakukan viking clap sebagai tanda terima kasih di akhir pertandingan judi Bola Online.
Read More

Uncategorized

Ini Target Indra Sjafri Untuk Timnas Indonesia U-19

Timnas Indonesia U-19

 

Prediksi bola – Tantangan berat akan dihadapi Timnas Indonesia U-19 setelah finis di peringkat ketiga di Piala AFF U-19 2018. Tim Garuda Nusantara akan tampil di Piala AFC U-19 2018 yang diadakan merasa 18 Oktober sampai 4 November 2018 di tiga kota di Indonesia.

Di ajang tersebut, pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, mematok target lolos ke Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. Hal itu berarti, Garuda Nusantara menginginkan masuk ke semifinal atau empat besar untuk sanggup mendapat proporsi tersebut.

“Target besar kami sanggup lolos ke Piala Dunia U-20 lewat Piala AFC. Ajang ini tambah menyadari bagi kami, tim pelatih, untuk menyadari komposisi paling baik atau deskripsi pemain-pemain yang nantinya akan dibawa ke Piala AFC nanti,” ungkap Indra judi Bola Online.

Dalam histori Piala Dunia U-20, Indonesia cuma pernah tampil sekali, yakni pada edisi 1979 di Jepang. Terakhir, kesempatan untuk kembali berpartisipasi di ajang selanjutnya sempat nampak pada 2014.

Saat itu, Timnas Indonesia U-19 yang dipimpin Evan Dimas termasuk Tampil di Piala AFC 2014 di Myanmar. Hanya, Indonesia bahkan gagal lolos dari fase grup yang termasuk berisikan Australia, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan berita bola.

Setelah Piala AFF U-19 2018, Timnas Indonesia U-19 punya selagi kira-kira 2,5 bulan untuk jalankan persiapan menuju Piala AFC U-19 2018. Indra mengaku akan mengadakan pemusatan latihan selama rentang selagi selanjutnya agar tambah matang.

“Kami punya selagi dua setengah bulan untuk buat persiapan tim ini jadi lebih siap dari yang sekarang. Kami menghendaki seluruh pemain termasuk siap dan mendapat izin dari klub masing-masing,” imbuh Indra.

 

Read More

Uncategorized

Mengenal Manajer Muda Timnas Thailand U-19, Maruay Marhasaranukun

Manajer Timnas Thailand U-19, Maruay Marhasaranukun.

 

Agen Bola Terpercaya – Piala AFF U-19 2018 sempat dihebohkan dengan kehadiran Menpora Malaysia, Syed Saddiq, pada partai puncak, Sabtu (14/7/2018). Syed yang tetap berusia 25 dinilai terlalu muda untuk jadi seorang menteri.

Tak hanya Malaysia, Timnas Thailand U-19 terhitung miliki satu sosok yang cukup mengakibatkan perhatian. Sosok yang dimaksud adalah Maruay Marhasaranukun, yang selalu datang dalam jumpa pers sehabis pertandingan dengan asisten pelatih atau pelatih kepala.

Pria berusia 24 tahun itu merupakan manajer di Timnas Thailand U-19. Pada usia yang begitu muda, bagaimana perjalannya jadi manajer timnas?

“Di Thailand, kami memerlukan orang yang sanggup mengayomi para pemain muda. Saya memang belum miliki banyak pengalaman, apalagi di level klub. Tapi, di awalnya saya jadi asisten manajer di Timnas Thailand dan manajer Timnas Thailand U-21,” kata Maruay, dalam pembicaraan dengan Bola.com, Sabtu (14/7/2018).

Pengalamannya sebagai manajer tim sepak bola dimulai pada Maret 2018. Sebagai asisten manajer Timnas Thailand, dia terlibat di Piala Raja Thailand, sebuah turnamen tahunan yang melibatkan lebih dari satu negara.

Berikutnya, Maruay terhitung jadi manajer Timnas Thailand U-21 kala berpartisipasi pada Piala Hassanal Bolkiah 2018 di Brunei pada April-Mei.

“Selain itu, saya baru selesaikan gelar magister dalam manajemen olahraga di Universitas York, Inggris. Gelar sarjana saya terhitung saya dapatkan di bidang yang mirip di Universitas Chulalongkorn, Thailand,” imbuh Maruay Marhasaranukun Agen Casino Terpercaya

 

Bekerja di Balik Layar

Manajer Timnas Thailand U-19, Maruay Marhasaranukun.

Maruay juga memiliki lisensi kepelatihan sepak bola. Dia mengaku sudah mengantongi lisensi B AFC dan bisa melatih beberapa klub lokal di Negeri Gajah Putih.

“Saya pikir semua kualifikasi saya itulah yang membuat saya bisa menjadi manajer di usia muda. Selama ini, asosiasi sepak bola Thailand selalu terbuka untuk siapa pun yang bisa membantu timnas, asalkan memiliki kualifikasi,” ujarnya.

Kiprah Maruay di pinggir lapangan hijau muncul karena karena kecintaannya terhadap sepak bola. Dia pernah bercita-cita menjadi pemain sepak bola saat masih kecil. Sayang, keinginannya itu gagal terlaksana.

“Saat remaja, saya sadar tidak bisa seperti pemain top lain di Thailand. Saya kemudian berusaha untuk belajar mengenai sepak bola secara akedemis. Menjadi orang di balik layar menurut saya juga cukup menyenangkan dan bisa selalu dekat dengan pemain,” tegas dia Agen Poker Terpercaya.

Ini sebenarnya bukan kali pertama Thailand mencuri perhatian publik dengan sosok manajer yang unik. Pada SEA Games 2017, Timnas Thailand U-22 memiliki seorang manajer perempuan bernama, Watanya Wongopasi.

Bedanya, pada ajang tersebut Thailand berhasil menggondol medali emas dalam cabor sepak bola. Sedangkan di Piala AFF U-19 2018, Thailand terpaksa puas dengan hasil sebagai peringkat keempat di akhir turnamen.

 

 

Baca dan nonton film bioskop terbaru disini yuk :

Berita Online Nasional
Nonton Film Online

Uncategorized

Ivan Rakitic Bangga Luka Modric Jadi Pemain Terbaik di Piala Dunia

Ivan Rakitic - Luka Modric

 

AGEN BOLA – Ivan Rakitic dan Luka Modric membela klub yang memiliki rivalitas ketat, yaitu Barcelona dan Real Madrid. Namun, hal tersebut tak menghentikan keduanya untuk bersaing di timnas Kroasia.

Rakitic dan Modric menjadi kombinasi lini tengah terbaik pada Piala Dunia 2018. Hal tersebut dilengkapi dengan penghargaan pemain terbaik Piala Dunia 2018 untuk Luka Modric.

Rakitic mengatakan kalau Modric pantas untuk menjadi pemain terbaik Piala Dunia 2018 karena performanya yang impresif AGEN IBCBET.

“Luka Modric sudah seperti saudara bagi saya. Saya ikut bangga atas statusnya sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2018,” ujar Rakitic.

“Kami sudah memberikan yang terbaik dan kami patut bangga atas pencapaian Kroasia,” ungkap Rakitic AGEN SBOBET.

Kroasia menjadi runner-up pada Piala Dunia 2018 setelah kalah 2-4 dari Prancis. Meskipun begitu, Kroasia tetap pulang dengan kepala tegak setelah mencatatkan prestasi terbaik sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

 

Read More

Uncategorized

Pogba dan Mendy Ajak Presiden Prancis Selebrasi Dab Setelah Prancis Juara

Paul Pogba.

 

Bandar Togel  – Benjamin Mendy dan Paul Pogba memang jagonya bikin selebrasi unik. Setelah Prancis sah menjadi juara Piala Dunia 2018 Rusia, kedua pemain itu mengajak sang Presiden Prancis, Emmanuel Macron melakukan selebrasi dab andalan Pogba.

Prancis sukses mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia dengan manis. Minggu (15/7) malam WIB kemarin, tim asuhan Didier Deschamps itu sukses menundukkan Kroasia 4-2 di laga final.

Keberhasilan ini tentu dirayakan dengan luar biasa. Prancis seakan balas dendam pada kegagalan di final Euro 2016 silam. Presiden Prancis pun turut larut dalam euforia tersebut.

 

Diajak Dab
Kebahagiaan dan keberhasilan memang menyingkirkan batasan jabatan. Sang presiden tak segan menyingkirkan sejenak kekakuannya, dia larut dalam kegembiraan, berteriak dan tertawa bersama. Beberapa pemain Prancis pun tak segan merangkul sang presiden untuk sekadar berbagi kebahagiaan.

Kegembiraan itu berlanjut di ruang ganti Prancis. Mendy dan Pogba bahkan merangkul Macron, dalam sesi Instagram live. Keduanya mengajari Macron untuk melakukan dab Bandar online terpercaya.

Uniknya, sang presiden malu-malu tapi mau. Dab ala Macron mungkin adalah dab paling canggung yang pernah menyambangi dunia sepak bola.

 

Balas Dendam

Pesta Bola Rusia, Piala Dunia 2018, Prancis

 

Keberhasilan Prancis ini tak lepas dari dedikasi dan keinginan untuk terus memperbaiki diri. Belajar dari kegagalan di Euro 2016 lalu, tim Prancis yang sekarang terlihat lebih dewasa menghadapi sanjungan tinggi.

Sebelum sah menjadi juara, para pemain Prancis tak pernah suka ditanya soal peluang memboyong trofi Piala Dunia. Mereka hanya ingin menghadapi laga satu per satu.

Penantian mereka terbayar lunas, Prancis berhasil menambah satu bintang lagi di lambang negara yang terpasang pada jersey kebanggan timnas Pasang Togel.

 

 

Read More

Uncategorized

Belgia Boleh Berbangga Diri Usai Meraih Peeringkat Ketiga Piala Dunia Sudah Cukup Baik

Belgia-Inggris

 

AGEN POKER  – Piala Dunia 2018 Rusia udah berakhir. Prancis berhasil menjadi juara, Kroasia sebagai runner up, dan Belgia merebut posisi ketiga. Memang bukan hal baru Prancis merebut trofi juara, tetapi bagi Kroasia dan Belgia, pencapaian ini sungguh luar biasa.

Keberhasilan Kroasia menggapai final merupakan torehan tertinggi mereka selama berpartisipasi didalam Piala Dunia. Sebelumnya, terhadap th. 1998 silam, Kroasia hanya sanggup menggapai semifinal.

Sama halnya dengan Belgia. Torehan posisi ketiga ini merupakan yang terbaik selama sejarah mereka di Piala Dunia. Bahkan banyak pihak menilai Belgia sebetulnya layak menjadi juara.

Kapten timnas Belgia, Eden Hazard mengakui posisi ketiga sebetulnya tak sehebat juara. Walakin bagaimanapun dia mulai skuat Belgia boleh berbangga diri sebab udah menambahkan banyak kebahagiaan terhadap publik Belgia.

“Apa yang udah kita menggapai sungguh hebat. Tentu saja bermain untuk posisi ketiga tidak begitu bersejarah layaknya bermain di final, tetapi saya pikir kita boleh berpuas diri atas apa yang udah kita lakukan,” kata Hazard di tribalfootball AGEN DOMINO99.

“Kami udah menambahkan sukacita terhadap rakyat Belgia, dan kita dapat merayakannya dengan mereka besok.”

 

Terus bekerja Keras

Luka Modric, Timnas Kroasia
Lebih lanjut, meski baru saja gagal di Piala Dunia, Hazard langsung mengalihkan fokus ke masa depan. Dia percaya tim Belgia sudah hebat, dan akan terus bekerja keras untuk meraih trofi mayor.

“Kami memiliki tim yang hebat, dan kami harus bekerja keras di masa mendatang.”

“Dalam dua tahun ke depan ada kompetisi Eropa, dalam empat tahun ada Piala Dunia lainnya. Kami akan coba memberikan segalanya,” tandas Hazard DOMINO ONLINE.

 

Read More

Uncategorized

Pemain Terbaik Piala Dunia 2018 Bukan Mbappe Maupun Modric

Prancis Vs Argentina

 

BANDAR DOMINO99  –  N’Golo Kante dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2018 oleh legenda timnas Inggris Gary Lineker.

Kante jadi pilar lini sedang skuat Prancis di Piala Dunia yang digelar di Rusia ini. Ia mengisi lini sedang Les Blues bersama bersama Paul Pogba.

Kante merupakan gelandang pekerja keras. performanya sepanjang ini cukup solid bakal tapi ia tak mendapat banyak perhatian berasal dari media.

 

Low Profile

N'Golo Kante

Saat ini media lebih banyak membahas pemain lainnya macam Kylian Mbappe. Atau gelandang senior Kroasia Luka Modric.

Mereka merupakan pemain kunci di timnya masing-masing dan berpeluang raih gelar pemain terbaik. Namun menurut Lineker, Kante lebih layak dijadikan pemain terbaik, terlebih karena ia pemain yang low profile.

“Bagi saya, hingga saat ini, N’Golo telah menjadi pemain terbaik di Piala Dunia,” katanya kepada L’Equipe.

“Ia bukan tipe orang yang kita bicarakan atau mencoba ingin maju sebagai seorang pemain bintang,” sambungnya.

 
Kualitas Permainan

FOTO: Denmark Dampingi Prancis Lolos ke Babak 16 Besar

Lineker mengaku begitu kagum dengan kualitas permainan pemain Chelsea tersebut. Sebab meski merupakan gelandang pengangkut air, ia juga seorang pengumpan yang apik.

“Dengan Kante, Prancis bermain dengan 12 orang. Ia dianggap sebagai dua gelandang sendiri. Ia ada di mana-mana,” puji Lineker.

“Kualitas umpannya luar biasa dan ia bisa mematahkan serangan lawan. Ia mampu mendorong bola ke depan,” sambungnya AGEN BANDARQ.

 
Kunci Juara

Gelandang timnas Prancis, N'Golo Kante

Kante berhasil membawa Prancis melaju ke final Piala Dunia 2018. Di partai puncak Les Blues akan berduel lawan Kroasia AGEN POKER.

Menurut Lineker, hadirnya Kante akan meningkatkan peluang kemenangan Prancis di laga final nanti.

“Jujur, memiliki Kante dalam tim merupakan keuntungan besar. Dia adalah salah satu kunci ke Prancis dan merupakan salah satu alasan mengapa mereka menjadi favorit besar untuk final.”

 

Read More

Uncategorized

Kerusuhan Meletus di Paris Saat Prancis Juara Piala Dunia

Kerusuhan di Paris

 

BANDAR DOMINO99  – Kerusuhan meletus di Paris setelah Timnas Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018. Pihak kepolisian sampai harus menggunakan gas air mata untuk memecah dan membubarkan kerumunan massa.

Kerusuhan pecah sesaat setelah Prancis mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 pada pertandingan final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (15/7/2018) malam WIB. Massa yang menggelar acara nonton barang di jalan-jalan besar Paris kehilangan kendali untuk merayakan kemenangan Les Bleus.

Puluhan objek berupa botol dan kursi berterbangan ke arah polisi. Hal itu langsung direspons pihak kepolisian dengan menggunakan gas air mata.

Sekitar 30 orang yang kebanyakan menggunakan topeng ski merusak tempat-tempat publik seperti apotek. Setelah itu mereka melemparkan botol wine dan sampanye. Beberapa di antaranya tersenyum sekaligus mendokumentasikan dengan telepon genggam AGEN BANDARQ.

Kerumunan massa akhirnya bisa dipecah dengan menggunakan meriam air. Pada pukul 23.30 malam, mereka yang berkerumun sekaligus merayakan suka cita berangsur meninggalkan tempat kejadian. Menurut Sky Sports, sekitar 4000 petugas kepolisian Paris harus bersiaga semalaman. Hal itu untuk mencegah terjadinya aksi susulan.

Tak hanya di Paris, kerusuhan pun meletus di selatan kota Lyon. Sekitar 100 pemuda nekad menaiki kendaraan lapis baja milik Kepolisian setelah peluit akhir pertandingan final Piala Dunia 2018 AGEN POKER.

Timnas Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2. Gol kemenangan pasukan Didier Deschamps dicetak oleh Mario Mandzukic (18′- bunuh diri), Antoine Griezmann (38′- penalti), Paul Pogba, dan Kylian Mbappe (65′), sedangkan gol Kroasia dibukukan Ivan Perisic (28′) dan Mario Mandzukic (69′). Gelar juara Piala Dunia 2018 menjadi yang kedua untuk Prancis setelah 1998.

 

Read More

Uncategorized

Inilah 3 Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Final Piala Dunia 2018

Kylian Mbappe - Piala Dunia 2018

 

BANDAR DOMINO99 – Piala Dunia 2018 menjadi milik Prancis. Les Bleus berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 dalam laga final di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7) malam WIB.

Keempat gol Prancis tercipta berkat gol bunuh diri Mario Mandzukic, Antoine Griezmann, Paul Pogba, dan Kylian Mbappe. Sementara itu, dua gol Kroasia dilesakkan Ivan Perisic dan Mandzukic.

Bagi Prancis, ini adalah trofi kedua mereka pada ajang Piala Dunia. Sebelumnya, Les Bleus pernah merengkuh titel juara pada edisi 1998 di negara mereka sendiri.

Berikut ini tiga hal yang bisa dipelajari dari final Piala Dunia 2018 seperti dilansir AFP.

Penebusan Prancis

Prancis Juara Piala Dunia

 

Setelah kalah di final Euro 2016 di kandang sendiri dari Portugal, Prancis berhasil membawa pulang Piala Dunia dari Rusia.

Dua puluh tahun sejak mengangkat trofi sebagai kapten, Deschamps menjadi orang ketiga yang memenangkan Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih.

Perjalanan Prancis menuju final terlihat lebih efisien daripada menghibur. Itu juga terjadi selama 45 menit pertama, di mana penalti Griezmann merupakan tembakan pertama mereka ke gawang lawan.

Namun, dua tahun lalu Prancis masih belum diperkuat Mbappe. Pemain berusia 19 tahun itu tampil gemilang untuk mengukuhkan statusnya sebagai bintang muda terbaik di Piala Dunia AGEN BANDARQ.

 

VAR Rugikan Kroasia

Prancis vs Kroasia di Final Piala Dunia 2018

Pada malam final, presiden FIFA Gianni Infantino memuji kesuksesan penerapan pertama VAR di Piala Dunia, tetapi sekarang ada empat juta orang Kroasia yang sangat tidak setuju dengan hal itu.Gol kedua Prancis terjadi berkat penalti yang diberikan oleh wasit asal Argentina, Nestor Pitana setelah berkonsultasi dengan VAR karena Ivan Perisic dianggap melakukan handball.

Perisic tidak dengan sengaja menyentuh bola menggunakan tangan, selain itu dia juga tak punya waktu yang cukup untuk menggerakkan tangan menghindari laju bola. Tapi Pitana tetap memberikan hukuman penalti dan Griezmann mampu menaklukkan Subasic.

Dengan VAR, gol bunuh diri Mandzukic sebenarnya bisa dianulir karena Pogba tampak berdiri dalam posisi offside saat tendangan bebas Griezmann meluncur ke kotak penalti.

Bagi negara terkecil yang mencapai final selama 68 tahun tapi kalah karena keputusan tidak adil seperti itu sangatlah kejam.

 

Griezmann Bersinar

Pesta Bola Rusia, Piala Dunia 2018, Prancis

Griezmann tidak bersinar sebagai pencetak gol di Rusia seperti saat memenangkan Sepatu Emas di Euro 2016 dari situasi open play. Namun, dia membuat kontribusi besar dengan bola mati di Piala Dunia.

Empat gol striker Atletico Madrid itu terjadi dari tiga penalti dan kesalahan penjaga gawang Uruguay Fernando Muslera DOMINO ONLINE.

Namun, eksekusi set-piece Griezmann memicu Mandzukic memasukkan bola ke gawangnya sendiri juga membuat Raphael Varane dan Samuel Umtiti mencetak gol melawan Uruguay dan Belgia dalam dua pertandingan sebelumnya.

Griezmann gagal mengeksekusi penalti di final Liga Champions 2016. Namun, kali ini dia tetap tenang dalam mengeksekusi tendangan penalti dan juga membantu Pogba mencetak gol ketiga Prancis.

 

Read More

Uncategorized

Alasan Lovren Menjatuhkan Penyusup Lapangan pada laga Final Piala Dunia 2018

Penyusup Pertandingan Final Piala Dunia

 

Bandar Togel  – Pemain Kroasia, Dejan Lovren, mengaku sangat marah dengan penyusup lapangan pada laga final Piala Dunia 2018. Menurutnya, Kroasia tengah berkonsentrasi untuk mencetak gol pada saat para penyusup tersebut memasuki lapangan.

“Saya sangat marah karena kami sedang bermain bagus pada saat itu,” ujar Lovren.

“Kami tengah fokus untuk menyusun serangan lalu gangguan datang. Saya tak bisa menahan amarah jadi saya menjatuhkannya Togel Online Terpercaya.

“Saya harap saya bisa langsung melemparnya ke luar lapangan,” ungkap Lovren.

Laga Prancis kontra Kroasia diganggu empat penyusup yang menggunakan seragam penjaga keamanan. Para penyusup tersebut menghampiri pemain dan mengajak untuk bertepuk tangan.

Namun, Lovren bersikap agresif dengan menjatuhkan satu di antara penyusup tersebut. Pemandangan berbeda ditunjukkan pemain Prancis, Kylian Mbappe Bandar Togel Online Terpercaya.

Pemain berusia 19 tahun itu menyambut tangan penyusup yang menghampirinya sambil tersenyum. Pada akhirnya, Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018 setelah mengakhiri laga dengan skor 4-2.

 

Read More