Uncategorized

Catatan Kutukan untuk Sang Juara Bertahan di Liga Indonesia

Liga 1 2019 : Persija Jakarta Vs Perseru Badak Lampung

 

Awan hitam tengah berkerumun di atas langit Persija Jakarta. Klub bertitel juara bertahan Liga 1 itu nampak kesusahan bersaing, apalagi tercecer di zona merah musim 2019.

Penderitaan berikut sudah berlangsung sejak awal musim. Pergantian kepelatihan dari Ivan Kolev ke Julio Banuelos, terbukti belum ampuh.

Teranyar, Persija Jakarta dipaksa menelan kekalahan 0-2 dari Persipura Jayapura di dalam laga tunda pekan ke-11 Shopee Liga 1 2019 yang baru dihelat Rabu (11/9/2019).

Kekalahan yang membuat Persija terpuruk di peringkat ke-17 dengan kata lain satu tingkat dari basic klasemen bersama kuantitas 14 poin dari 15 laga yang sudah dimainkan bandar togel terbaik

Pelatih Julio Banuelos tetap menyikapi suasana berikut bersama positif. Pelatih asal Spanyol itu yakin tim asuhannya sanggup bangkit dan ulang ke jalur kemenangan terhadap laga pekan ke-18 melawan PSIS Semarang di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Minggu (15/9/2019).

“Hasil pertandingan mesti dilupakan dan fokus untuk laga berikutnya. Apalagi terhadap laga berikutnya kita sudah sanggup tampil bersama full team. Saya harap pemain lebih fokus dan mesti mati-matian untuk sanggup hasil maksimal di kandang,” tegas Banuelos sehabis dikalahkan Persipura.

Semangat Banuelos memang tak boleh pudar. Namun, perihal itu sepertinya sudah tak seiring ulang bersama kesabaran manajemen yang kabarnya merasa menipis. Nama Banuelos apalagi masuk daftar tujuan pelatih Shopee Liga 1 2019 yang akan dipecat di dalam waktu dekat.

Andai kalah dari PSIS Semarang terhadap laga pekan ke-18, Minggu (15/9/2019), Julio Banuelos sanggup mengucap selamat tinggal terhadap Macan Kemayoran.

Manajemen Persija tentu memiliki alasan terkecuali terhadap pada akhirnya mendepak Banuelos. Di bawah asuhan mantan asisten Luis Milla itu, Persija hanya mencapai dua kemenangan dari 12 laga di liga, dan sisanya mencapai tujuh kali imbang dan juga tiga kekalahan.

Situasi pelik yang dialami Persija Jakarta ternyata bukan perihal baru di Liga Indonesia. Sejarah sepak bola bangsa ini pernah mencatat klub peraih gelar mesti kesulitan, apalagi pernah degradasi terhadap musim selanjutnya. Siapa saja?

PSIS Semarang dan Petrokimia Putra Jadi Korban

PSIS Semarang

 

PSIS Semarang pernah merasakan gelar juara Liga Indonesia 1998-1999. Namun, cerita setelah itu berakhir tragis karena terhadap musim sehabis itu, Laskar Mahesa Jenar mesti menelan pil pahit, finis di peringkat ke-13 Wilayah Timur.

Posisi berikut membuat PSIS mesti turun kasta. Sebuah tragedi ironi, di mana musim sebelumnya mencapai gelar, tapi musim setelah itu tergerus zona degradasi bandar togel

Konflik internal dan krisis finansial kala itu mengganggu fokus PSIS sehingga mesti turun kasta. Sejarah mencatat, ini jadi pertama kalinya di Indonesia, juara kasta tertinggi langsung terdegradasi musim berikutnya.

Situasi sama menimpa Petrokimia Putra terhadap musim 2002. Klub asal Gresik, Jawa Timur, itu mesti menelan pil pahit turun kasta terhadap musim 2003.

Petrokimia Putra kala itu hanya berhasil menghimpun 42 poin dari 38 pertandingan yang dimainkan. Perinciannya adalah 11 kali menang, sembilan kali imbang, dan 18 kali kalah.

Namun, selepas itu tak tersedia ulang klub juara bertahan yang mengalami nasib turun kasta semusim sehabis juara. Nasib yang lebih baik dialami Persik Kediri, finis di papan tengah yakni kronologis kesembilan terhadap Divisi Utama Liga Indonesia 2004 atau semusim sehabis juara terhadap 2003.

 

Wajib Bangkit

Pawai Persija Jakarta

 

Begitu juga bersama Persipura Jayapura terhadap musim 2006. Klub berstatus juara bertahan itu hanya finis di papan tengah, yakni kronologis kedelapan klasemen akhir Wilayah Dua.

Selebihnya hingga waktu ini klub juara bertahan biasanya tak jauh finis di peringkat empat besar. Bahkan tersedia yang sanggup jadi runner-up sehabis musim sebelumnya jadi juara.

Hal itu dialami Persipura terhadap musim 2009-2010, 2011-2012, 2014 dan Arema FC terhadap 2010-2011. Jadi, sanggup dipastikan nasib yang dialami Persija waktu ini tetap sanggup diubah, apalagi bersama sisa 19 laga terhadap Shopee Liga 1 2019.

Syaratnya, Persija mesti bangkit dan ulang ke jalur kemenangan. Jika perihal itu tak terjadi, Persija Jakarta akan ulangi nasib buruk yang pernah dialami PSIS Semarang dan Petrokimia Putra,

Yakni sebagai juara bertahan yang langsung turun kasta terhadap musim berikutnya bandar togel terpercaya

 

 

 

 

Baca dan nonton film bioskop terbaru disini yuk :

Berita Online Nasional
Nonton Film Online